Karyawati Bank di Kota Tegal Ini Gondol Duit Nasabah hingga Rp 6 Miliar. Begini Modusnya
Infomenia.net - Seorang karyawati sebuah bank di Kota Tegal, Jawa Tengah, ditangkap karena menggelapkan dana nasabah. Perbuatan pelaku menyebabkan korban merugi lebih dari Rp 6 miliar.
"Kerugiannya bervariasi, namun totalnya sekitar Rp 6 miliar," kata KBO Reskrim Polresta Tegal Iptu Bambang SD di kantornya, Selasa (9/6/2020).
Bambang mengungkapkan pelaku penggelapan dana nasabah ini adalah Febrinita Budi Winarti (39), warga Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kasusnya terungkap setelah seorang korbannya melapor ke polisi.
Pelaku menggelapkan uang nasabah dari salah satu bank perkreditan di Kota Tegal. Dalam melakukan aksinya, pelaku merayu para nasabah supaya mau menyimpan uangnya dalam bentuk deposito di bank tempatnya bekerja.
"Salah satu nasabah (korban) tergiur dan menyerahkan uang Rp 1,6 miliar kepada pelaku," kata Bambang.
Bukan hanya bunga besar, pelaku juga menjanjikan hadiah kepada korbannya. Untuk mengelabui korbannya, kata Bambang, pelaku membuat kartu bilyet palsu.
Aksi kejahatannya baru terungkap saat deposito korban memasuki masa jatuh tempo. Saat korban hendak mengambil uangnya di bank, jumlah uang yang ditarik tidak sesuai dengan uang yang telah disetorkan kepada pelaku.
"Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa itu kepada jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota," ujarnya.
Dari laporan korban, polisi kemudian memburu pelaku. Polisi beberapa kali gagal menangkap pelaku yang sempat menghilang dari rumahnya. Hingga akhirnya pelaku ditangkap di rumahnya. Polisi mencatat, ada empat orang nasabah yang menjadi korban.
Akibat perbuatannya pelaku kini dijerat pasal berlapis, yakni 378, 372, dan 263 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 14 tahun penjara.(detikcom/artikelasli)
"Kerugiannya bervariasi, namun totalnya sekitar Rp 6 miliar," kata KBO Reskrim Polresta Tegal Iptu Bambang SD di kantornya, Selasa (9/6/2020).
Bambang mengungkapkan pelaku penggelapan dana nasabah ini adalah Febrinita Budi Winarti (39), warga Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Kasusnya terungkap setelah seorang korbannya melapor ke polisi.
Pelaku menggelapkan uang nasabah dari salah satu bank perkreditan di Kota Tegal. Dalam melakukan aksinya, pelaku merayu para nasabah supaya mau menyimpan uangnya dalam bentuk deposito di bank tempatnya bekerja.
"Salah satu nasabah (korban) tergiur dan menyerahkan uang Rp 1,6 miliar kepada pelaku," kata Bambang.
Bukan hanya bunga besar, pelaku juga menjanjikan hadiah kepada korbannya. Untuk mengelabui korbannya, kata Bambang, pelaku membuat kartu bilyet palsu.
Aksi kejahatannya baru terungkap saat deposito korban memasuki masa jatuh tempo. Saat korban hendak mengambil uangnya di bank, jumlah uang yang ditarik tidak sesuai dengan uang yang telah disetorkan kepada pelaku.
"Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa itu kepada jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota," ujarnya.
Dari laporan korban, polisi kemudian memburu pelaku. Polisi beberapa kali gagal menangkap pelaku yang sempat menghilang dari rumahnya. Hingga akhirnya pelaku ditangkap di rumahnya. Polisi mencatat, ada empat orang nasabah yang menjadi korban.
Akibat perbuatannya pelaku kini dijerat pasal berlapis, yakni 378, 372, dan 263 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 14 tahun penjara.(detikcom/artikelasli)